Upacara Adat Labuhan Yogyakarta

Avatar GIANBARA JULIANDRA | November 24, 2025

Diyakini, ritual sakral Upacara Labuhan berawal dari sebuah kisah legendaris yang memukau. Kisah ini menceritakan saat Panembahan Senopati setelah menjalani tapa yang khusyuk di Pantai Parangkusumo akhirnya bertemu dengan sosok gaib Ratu Laut Selatan. Dalam pertemuan inilah, Sang Ratu menjanjikan restu dan perlindungan bagi seluruh Kerajaan Mataram, namun dengan satu syarat: Panembahan Senopati harus menikahinya dalam ikatan spiritual (gaib), sejak saat itu Upacara Labuhan menjadi salah satu tradisi pada Kerajaan Mataram dan terus dilestarikan sampai sekarang masih diteruskan oleh Keraton Yogyakarta. 

Upacara Labuhan Yogyakarta memiliki jadwal yang variatif. Labuhan Alit dan Labuhan Merapi diadakan setiap tahun pada 30 Rejeb sebagai peringatan penobatan Sri Sultan. Labuhan Ageng merupakan upacara besar yang hanya dilaksanakan setiap delapan tahun sekali (sewindu). Sementara itu, Labuhan Parangkusumo rutin digelar setiap tahun di bulan Ruwah, dan Labuhan Jalanidhi diadakan oleh nelayan Pantai Samas pada Jumat Kliwon di sekitar hari penobatan Sultan.

 upacara ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada tuhan atas nikmat dan berkah yang diberikan, memohon keselamatan, dan menghormati serta melestarikan tradisi leluhur. Karena itulah Upacara ini terus dilestarikan agar mengingatkan kita betapa beragamnya adat dan budaya yang ada di Indonesia. 

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Comments

This post currently has one response.

Comments are closed.


  • Copyright Sangajitv@2024 || Powered By ADYA DIGITAL TEKNOLOGI