Merayakan Hari Ulang Tahun TNI 5 Oktober 2025

Avatar NAURA RAINSYIFA NANDRA | Oktober 6, 2025

Tanggal 5 Oktober 2025 menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke-80. Momen bersejarah ini bukan sekadar perayaan rutin, namun merupakan refleksi panjang perjalanan dan dedikasi TNI sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di usia yang matang ini, TNI kembali meneguhkan komitmennya untuk profesionalisme dan kedekatan dengan rakyat, sejalan dengan tema besar yang diusung, yaitu “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”. Penetapan 5 Oktober sebagai hari lahir TNI berakar pada sejarah awal kemerdekaan bangsa. Pasca Proklamasi 17 Agustus 1945, Pemerintah Indonesia membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945. Namun, seiring dengan meningkatnya ancaman dari luar, kebutuhan akan tentara nasional yang terorganisir menjadi mendesak. Tepat pada 5 Oktober 1945, BKR diubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melalui Maklumat Pemerintah. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai hari lahirnya organisasi militer Indonesia. TKR lalu berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dan akhirnya dilebur bersama laskar-laskar perjuangan rakyat menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 3 Juni 1947, yang terdiri dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Sejak saat itu hingga kini, TNI terus berevolusi, menunjukkan jati dirinya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Profesional.

Tema HUT ke-80 TNI, “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”, memiliki makna filosofis yang mendalam. Frasa “TNI Prima” mencerminkan visi TNI untuk menjadi kekuatan pertahanan yang unggul, modern, dan profesional di segala aspek, mulai dari sumber daya manusia hingga alat utama sistem persenjataan (alutsista). Ini adalah tekad untuk terus meningkatkan kapabilitas tempur dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan, baik ancaman konvensional maupun non-konvensional. Sementara itu, “TNI Rakyat” menegaskan kembali jati diri TNI yang lahir dari rahim perjuangan rakyat. Ini menyoroti pentingnya kemanunggalan TNI dengan rakyat, di mana TNI tidak dapat dipisahkan dari dukungan dan kepercayaan masyarakat. Kemanunggalan ini diwujudkan melalui berbagai Operasi Militer Selain Perang (OMSP), seperti bakti sosial, penanggulangan bencana, dan kegiatan yang mendukung pembangunan nasional. Terakhir, “Indonesia Maju” memproyeksikan peran strategis TNI dalam mendukung visi besar bangsa. TNI tidak hanya fokus pada pertahanan kedaulatan, tetapi juga turut berkontribusi aktif dalam mendorong kemajuan Indonesia di berbagai bidang, menjamin stabilitas keamanan yang menjadi prasyarat utama bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan nasional.

Puncak perayaan HUT ke-80 TNI pada 5 Oktober 2025 biasanya dirayakan dengan upacara militer besar-besaran, parade pasukan, dan defile Alutsista dari ketiga matra. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kekuatan, profesionalisme, dan kemodernan alutsista yang dimiliki TNI. Selain itu, berbagai kegiatan sosial, pameran alutsista, dan panggung hiburan rakyat juga digelar sebagai wujud kedekatan TNI dengan masyarakat. Di usia delapan dasawarsa, TNI terus berbenah dan bertransformasi. Harapannya, TNI semakin menjadi kekuatan pertahanan negara yang disegani di kawasan, selalu berlandaskan profesionalisme yang tinggi, dan senantiasa mencintai serta dicintai oleh rakyatnya, sehingga mampu mengawal Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Momentum HUT ini adalah pengingat bahwa soliditas dan sinergi antara TNI dan seluruh komponen bangsa adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa Indonesia.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

  • Copyright Sangajitv@2024 || Powered By ADYA DIGITAL TEKNOLOGI