Joko Widodo Resmi Menjadi Penasihat di Bloomberg New Economy

Avatar NAURA RAINSYIFA NANDRA | September 26, 2025

Dewan penasihat Bloomberg dibentuk pada April 2025, mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), secara resmi menjadi anggota Dewan Penasihat Ekonomi Baru (New Economy) Bloomberg. Keputusan ini membuka lembaran baru dalam perjalanan karir internasionalnya, memposisikannya di arena global untuk memberikan sumbangsih pada berbagai isu ekonomi dan geopolitik yang krusial.

Bergabungnya Jokowi dengan dewan ini tidaklah mengejutkan, mengingat jejak kepemimpinannya yang telah terbukti di Indonesia. Selama dua periode, ia dikenal sangat fokus pada pembangunan infrastruktur, digitalisasi, dan reformasi birokrasi, yang semuanya sejalan dengan visi Bloomberg New Economy. Dalam perannya sebagai penasihat, Jokowi akan memberikan wawasan strategis dan saran terkait tantangan ekonomi global, terutama dari sudut pandang negara berkembang. Ia akan terlibat dalam berbagai pertemuan dan diskusi tingkat tinggi, berkontribusi dalam merumuskan agenda serta rekomendasi kebijakan untuk menghadapi isu-isu seperti ketidakpastian geopolitik, transisi energi, dan inovasi teknologi.

Keputusan Bloomberg untuk mendukung Jokowi berakar dari keberhasilannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan modernisasi di tanah air. Salah satu kebijakan unggulannya, yaitu hilirisasi industri, telah berhasil meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor Indonesia, terutama nikel. Langkah ini tidak hanya menarik minat investasi asing, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasokan global untuk industri kendaraan listrik. Di samping itu, upayanya dalam meratakan pembangunan melalui pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara di luar Pulau Jawa dianggap sebagai contoh keberlanjutan ekonomi yang inklusif.

Kehadiran Jokowi di Bloomberg New Economy Forum memberikan sudut pandang yang khas dari sebuah negara dengan populasi besar dan ekonomi yang tengah melesat. Ia berpotensi menjadi penghubung antara cita-cita negara-negara Selatan dan kekuatan ekonomi dunia. Wawasannya mengenai tantangan dan peluang di Asia Tenggara, serta pengalamannya dalam menyeimbangkan kepentingan dalam negeri dengan dinamika global, akan menjadi nilai tambah yang signifikan bagi forum ini. Selain itu, perannya mencerminkan pengakuan dunia terhadap kepemimpinan Indonesia dan relevansi model pembangunan yang diterapkannya di tengah perubahan lanskap ekonomi global.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

  • Copyright Sangajitv@2024 || Powered By ADYA DIGITAL TEKNOLOGI