Dari Malioboro ke Ranah Minang, Bukan Sekedar Pentas Seni : Aksi Solidaritas Mahasiswa Rantau Menjembatani Duka Melalui Budaya Untuk Kampung Halaman

Avatar ALYA RAIHANI MAULANA | Desember 15, 2025

Di persimpangan ikonik Titik Nol Kilometer Yogyakarta, malam itu bukan hanya tentang turis dan hiruk pikuk khas Malioboro. Melainkan adanya suatu pertunjukan sederhana, memancarkan warna-warni budaya yang jauh dari asal-usulnya. Udara dingin Jogja terasa hangat oleh energi yang memancar dari para performers.

Panggung Amal Peduli Sumatera merupakan sebuah seruan kemanusiaan yang berbalut seni. Dentuman gendang khas Minangkabau menghentak, dan lenggak-lenggok penari yang membawakan Tari Pasambahan hingga tari kreasi mengalun syahdu sekaligus penuh semangat. Acara ini, yang diinisiasi oleh Ikatan Mahasiswa Minangkabau Yogyakarta, berhasil mengubah pusat kota budaya menjadi titik temu solidaritas, menggalang dana untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat..

Tampil di pertunjukan dengan misi kemanusiaan memberikan beban emosional yang berbeda, terutama bagi para perantau yang hatinya terpaut pada kampung halaman yang sedang berduka. Ashari Zalmi, yang akrab disapa Wini, seorang mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta asal Padang Pariaman, merasakan getaran unik saat kakinya menapak di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

“Rasanya itu Masya Allah luar biasa bisa tampil di Titik Nol ini, apalagi sempat lihat oleh Wakil Walikota Yogyakarta untuk menyambut,” ujar Wini dengan mata berbinar, memancarkan kebanggaan sekaligus dedikasi.

Wini membawakan Tari Pasambahan, sebuah tarian penyambutan yang secara tradisional digunakan untuk menghormati tamu agung. Namun, malam itu, tarian tersebut terasa seperti sambutan penuh harap yang ditujukan kepada para masyarakat ataupun turis yang berkunjung di Titik Nol tersebut, memohon uluran tangan. Gerakan lentik para penari dan irama lembut dari alat musik tradisional seolah menceritakan kisah duka sekaligus semangat bangkit dari Ranah Minang.

“Senang banget, terus juga direspon sama masyarakat Jogja khususnya, bisa berkontribusi untuk menonton kami, dan juga memberikan sedikit dana penggalangan untuk Sumatera Barat,” tambahnya. Keringat yang bercucuran dari setiap gerakan tulus para penampil menjadi metafora perjuangan dan harapan untuk meringankan beban korban bencana. 

Kehadiran masyarakat lokal dan perantau lainnya di Titik Nol menjadi bukti nyata bahwa tragedi di satu wilayah dapat menyatukan empati seluruh bangsa. Muhammad Zahran Habib, mahasiswa asal Tanah Datar, adalah salah satu yang tergerak. Ia mengetahui acara ini dari grup Ikatan Mahasiswa Minangkabau Yogyakarta dan langsung merapat.

Bagi Habib, kehadirannya adalah bentuk dukungan ganda: melestarikan budaya dan beramal. “Yang pertama untuk menyaksikan ragam kesenian yang ada di Sumatera Barat, yang terutamanya itu adalah ini salah satu bentuk kemanusiaan dalam rangka penyaluran dana untuk sumbangan masyarakat yang terdampak,” jelasnya, menyoroti bahwa seni dapat menjadi media paling kuat untuk menggalang kepedulian.

Setelah tiga tahun merantau di Kota Pelajar ini, Habib merasakan kerinduan yang mendalam akan kesenian kampung halamannya. “Sangat berkesan, soalnya udah 3 tahun di Jogja belum ada menyaksikan kesenian Minangkabau seperti ini,” katanya. Acara ini seolah menjadi obat rindu, di mana ia bisa menyaksikan langsung keindahan budayanya, sekaligus berbuat sesuatu yang berarti.

Harapannya jelas, bahwa bantuan ini, sekecil apapun, bisa memberi kekuatan bagi keluarga yang terdampak. “Semoga secepatnya bagi keluarga yang terdampak bisa memulihkan keadaan seperti semula kembali, bisa memulihkan ekonomi, bisa memulihkan bangunan dan perumahannya lagi,” tutup Habib, menambahkan harapannya agar sokongan dari masyarakat dan pemerintah terus mengalir deras untuk pemulihan daerah tersebut.

Salah satu keberhasilan panggung amal ini terletak pada kemampuannya menarik perhatian orang yang datang tanpa agenda, hanya didorong oleh rasa penasaran. Afif Khabiburrohman, seorang pengunjung Titik Nol, adalah contoh sempurna dari daya tarik seni yang universal.

“Kalau secara khusus tidak ada, hanya jalan-jalan dan melihat ini, lalu mampir, itu saja,” ungkap Afif jujur. Keindahan visual dan audio dari pertunjukan tari dan musik khas Minangkabau sukses menahan langkahnya. Afif, yang juga tahu bahwa acara itu adalah cara penggalangan dana, memberikan penilaian positif meskipun tidak menyaksikan keseluruhan rangkaian acara. “Bagus, mungkin kalau bisa lebih banyak adatnya (beragam) bisa lebih bagus lagi,” komentarnya, menunjukkan apresiasi terhadap upaya pelestarian budaya dalam konteks amal.

Kehadiran Afif dan para donatur spontan lainnya membuktikan bahwa budaya dapat berfungsi sebagai “senjata” penggalangan hati yang sangat efektif. Panggung amal ini tidak hanya menjual misi kemanusiaan, tetapi juga menawarkan pengalaman budaya yang autentik dan langka di jantung Jogja. Afif juga menekankan pentingnya solidaritas: “Penting untuk menunjukkan solidaritas kepada korban mahasiswa perantau yang terkena bencana.” Hal ini mencerminkan semangat egaliter yang selalu melekat pada masyarakat Jogja, yang terkenal terbuka dan peduli terhadap para perantau.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Comments

This post currently has 5 responses.

  1. Tamika Ding

    Desember 20, 2025 at 6:12 pm

    Supercharge your seo ranking with best seo backlinks!
    BonusBacklinks.com – we deliver daily backlinks and drive website traffic to your page EVERY DAY:

    + Get 85% SALE
    + Strong daily backlinks
    + Organic website visits
    + Prices cheap as $1
    + Bonus coupon codes:

    https://tiny.cc/bonusbacklinks-discount

    BonusBacklinks.com – daily seo backlinks and website visits to boost your website every day

  2. Bukunmi Aina

    Januari 9, 2026 at 4:50 am

    Hello there,

    Are you currently looking for a reliable full-time Marketing Assistant to support your business across marketing and day-to-day operations?

    Our assistants can handle tasks such as:
    • Paid ads (Google Ads, Meta/Facebook Ads)
    • SEO & keyword research
    • Social media management & content scheduling
    • Content support & marketing research
    • Website management (WordPress & Shopify)
    • Lead sourcing & CRM updates
    • Email marketing & automation
    • Data entry & database management
    • Admin and operational support

    Basically, anything you want your assistant to work on—marketing or operations.

    They work a minimum of 8 hours per day for $500USD/month, and your first month is completely free.

    You can book a quick call to discuss your business needs and how your assistant can start delivering results immediately: Book Your Discovery Call – https://calendar.app.google/Ez687wuyXhtykBWC9

    Thanks,
    Bukunmi Aina

Comments are closed.


  • Copyright Sangajitv@2024 || Powered By ADYA DIGITAL TEKNOLOGI