Belasan Ribu Masyarakat Tolak Soeharto Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Avatar ROSA JULIANDA | November 14, 2025

Jakarta, 10 November 2025 – Menyambut penetapan gelar pahlawan pada (10/11/2025) muncul gelombang penolakan yang ditandatangani oleh belasan ribu masyarakat. Petisi tersebut dibuat oleh Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto pada (8/4/2025) lalu dan mendapatlan dukungan sebanyak 12.849 tanda tangan.

Adapun petisi lain yang dibuat pada (25/10/2025) atas penolakan gelar Soeharto sebagai pahlawan dan memperoleh 909 tanda tangan. Akademisi dan Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Romo Franz Magnis-Suseno, menandaskan meskipun almarhum Presiden Soeharto tercatat memiliki kontribusi penting bagi negara, hal itu dinilai belum memadai untuk mengangkatnya sebagai Pahlawan Nasional.

Melalui petisi yang dibuat oleh Gerakan Masyarakat Sipil Adili Soeharto pada (8/4/2025) lalu, menyebutkan bahwa Soeharto melakukan tindakan pelanggaran berat termasuk Peristiwa Pulau Buru (1965-1966), Peristiwa ’Petrus’ 1981-1983, Peristiwa Tanjung Priok 1984-1087, Kebijakan DOM (Aceh 1989-1998 dan Papua 1963-2003), dan Peristiwa 27 Juli 1996. Hal ini berdasarkan laporan dari Tim Kajian Pelanggaran HAM Berat Soeharto yang dibentuk oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Comments

This post currently has one response.

Comments are closed.


  • Copyright Sangajitv@2024 || Powered By ADYA DIGITAL TEKNOLOGI