APMD DIY Selenggarakan Talkshow tentang Pengelolaan Penyiaran Komunitas Berbasis Kalurahan
Yogyakarta, 21 Oktober 2025 — Asosiasi Pengelola Media Daerah (APMD) DIY menggelar talkshow bertajuk “Pengelolaan Penyiaran Komunitas Berbasis Pengampuan Kalurahan/Kelurahan, Mungkinkah?” yang berlangsung di Aula APMD, Jalan Timoho No.317, Baciro, Gondokusuman. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan yang peduli terhadap pengembangan media komunitas dan pemberdayaan masyarakat di tingkat paling kecil, yakni Kalurahan.
Dalam era perkembangan teknologi informasi yang pesat, dunia penyiaran mengalami perubahan besar. Media konvensional seperti radio dan televisi kini harus bersaing dengan platform digital dan media sosial yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Di tengah situasi ini, keberadaan media komunitas berbasis Kalurahan menjadi sangat penting sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dan pelestarian konten lokal.
Hari ini, Asosiasi Pengelola Media Daerah (APMD) DIY menyelenggarakan sebuah talkshow bertema “Pengelolaan Penyiaran Komunitas Berbasis Pengampuan Kalurahan/Kelurahan.” Acara ini dihadiri oleh para narasumber ahli, termasuk anggota DPRD DIY, pejabat dari KPID DIY, serta perwakilan dari organisasi komunitas dan media lokal. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membahas secara mendalam peran, tantangan, dan peluang pengembangan media komunitas yang berbasis di tingkat paling kecil dalam struktur pemerintahan, yaitu Kalurahan.
Mengapa Pembahasan Ini Sangat Penting?
- Menguatkan Peran Media Lokal dalam Pemberdayaan Masyarakat
Media komunitas memiliki kekuatan untuk menyampaikan informasi yang relevan dan mendidik masyarakat secara langsung dan efektif. Melalui radio komunitas, media sosial, dan media lokal lainnya, masyarakat dapat lebih aktif berpartisipasi dalam pembangunan dan pemberdayaan di wilayah mereka.
- Mengatasi Tantangan Pendanaan dan Keberlangsungan
Banyak radio komunitas yang tidak memiliki pengampu tetap dan bergantung pada donasi atau sponsor, sehingga sering mengalami kendala keberlangsungan operasional. Diskusi ini penting untuk mencari solusi agar media komunitas dapat berkelanjutan dan mampu berperan optimal.
- Mendorong Inovasi dan Kolaborasi
Perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan masyarakat menuntut media komunitas untuk terus berinovasi dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat itu sendiri. Melalui pembahasan ini diharapkan muncul ide-ide baru yang mampu memperkuat keberadaan media berbasis Kalurahan.
- Memahami Regulasi dan Kebijakan Pemerintah
Pembahasan ini juga penting untuk memahami regulasi yang berlaku, seperti UU Penyiaran dan peraturan daerah, agar media komunitas dapat beroperasi sesuai ketentuan dan memperoleh dukungan dari pemerintah.
Media komunitas di harapkan dapat membangun sense of morality dan memperkuat identitas budaya masyarakat setempat. Ini sangat penting dalam menjaga keberagaman budaya dan meningkatkan solidaritas sosial.
Peserta dan masyarakat umum diharapkan mendapatkan wawasan tentang bagaimana mengelola media komunitas secara efektif, strategi mendapatkan pendanaan yang berkelanjutan, serta inovasi dalam produksi konten lokal. Selain itu, mereka juga akan memahami pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat keberadaan media komunitas.
Pembahasan ini sangat relevan dan strategis karena menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat melalui media, yang menjadi salah satu pilar pembangunan berbasis masyarakat. Dengan memahami dan menguatkan media komunitas berbasis Kalurahan, kita turut berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan menciptakan informasi yang akurat serta bermanfaat bagi semua kalangan.
