Ambruknya Gedung Pondok Pesantren di Sidoarjo, Sejumlah Korban Teridentifikasi
Sidoarjo, 12.05 — Dunia pendidikan pesantren di Sidoarjo diguncang oleh insiden tragis ketika sebuah gedung pondok pesantren dilaporkan ambruk. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga santri, pengajar, dan masyarakat sekitar. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan evakuasi, sementara tim penyelamat terus menyisir lokasi untuk memastikan tidak ada korban yang terjebak di bawah puing-puing. Berdasarkan kronologi singkat, kejadian terjadi saat aktivitas belajar berlangsung, dengan puluhan santri dan beberapa pengajar berada di dalam gedung. Dugaan awal menunjukkan bahwa struktur bangunan runtuh akibat beban berlebih serta kondisi cuaca yang kurang mendukung. Aparat kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tenaga medis bekerja sama untuk mengevakuasi korban serta memberikan perawatan bagi yang membutuhkan.
Proses identifikasi korban menjadi fokus utama. Beberapa jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim terkait, sementara sejumlah lainnya masih dalam proses identifikasi melalui koordinasi dengan rumah sakit dan keluarga. Pihak berwenang terus memberikan informasi terkini mengenai perkembangan proses identifikasi agar keluarga korban mendapatkan kabar yang jelas dan cepat. Hingga sekarang, tragedi ini telah mengakibatkan lima santri kehilangan nyawa. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur telah berhasil mengidentifikasi empat dari lima jenazah korban. Proses identifikasi dilakukan dengan sangat cermat, memprioritaskan akurasi daripada kecepatan, dengan memanfaatkan data primer seperti sidik jari dan gigi, serta data sekunder seperti rekam medis dan barang milik. Kelima korban yang diidentifikasi ini merupakan santri, sebagian besar berasal dari Surabaya dan Bangka Belitung. Selain yang meninggal, puluhan santri lainnya mengalami cedera dan menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Sidoarjo. Menurut data dari otoritas setempat, masih ada puluhan santri yang diduga terjebak di bawah reruntuhan bangunan, sehingga tim SAR terus berusaha keterdesakan waktu untuk menemukan korban yang selamat.
Kepala daerah setempat menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menekankan pentingnya penanganan trauma serta dukungan psikologis bagi santri, guru, dan staf yang terdampak. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat investigasi guna mengetahui penyebab pasti runtuhnya gedung, serta memastikan perbaikan infrastruktur yang lebih aman bagi fasilitas pendidikan di masa mendatang. Sektor pendidikan pesantren di wilayah tersebut juga menyerukan peningkatan standar keselamatan bangunan. Banyak pesantren di Indonesia yang beroperasi di gedung lama yang membutuhkan perawatan rutin. Oleh karena itu, inspeksi berkala, pemeliharaan gedung, dan kepatuhan terhadap standar konstruksi menjadi perhatian utama bagi pihak berwenang serta komunitas pesantren.
Di tengah suasana duka, para santri yang selamat kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat. Keluarga korban yang kehilangan orang tercinta tampak berusaha tegar sambil mengenang sosok yang mereka sayangi. Masyarakat sekitar turut mengoordinasikan bantuan logistik dan dukungan moral untuk keluarga korban serta santri yang terdampak. Informasi lebih lanjut mengenai jumlah korban, identitas korban, serta langkah pemulihan dan evaluasi infrastruktur akan terus diperbarui sesuai perkembangan penyelidikan dan proses pemulihan di lokasi kejadian. Pihak berwenang berjanji untuk transparan dalam menyampaikan informasi kepada publik agar setiap langkah yang diambil mendapat dukungan dari masyarakat
luas.
