Prabowo Menyerukan Perdamaian dan Keadilan di Seluruh Dunia di sidang umum PBB
Pada hari Selasa, 23 September 2024, Prabowo Subianto, sebagai Presiden Republik Indonesia saat ini, memberikan pidato bersejarah di hadapan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ke-79 di New York, Amerika Serikat. Kehadirannya dan orasinya menjadi tanda dimulainya era baru dalam diplomasi Indonesia di panggung internasional. Dalam pidatonya, beliau tidak hanya menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai salah satu kekuatan regional, tetapi juga menegaskan komitmen teguh bangsa ini terhadap perdamaian dunia, keadilan, dan kolaborasi global.

Dalam orasinya, Bapak Prabowo dengan penuh keyakinan mengekspresikan kepedulian Indonesia terhadap beragam konflik global yang masih berlangsung. Ia menekankan situasi di Gaza, Palestina, sebagai masalah kemanusiaan yang sangat mendesak. Beliau mendesak agar segera dilakukan gencatan senjata dan memberikan akses tanpa batas bagi bantuan kemanusiaan kepada para warga sipil. Pidato ini mencerminkan komitmen Indonesia yang selalu berada di garda terdepan dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Saat ini, gambaran bencana di Gaza masih jelas terlihat di hadapan kita. Di tengah kesedihan, orang-orang yang tak bersalah merintih meminta pertolongan, berharap akan ada yang menyelamatkan mereka. Siapa yang akan menjadi penyelamat bagi mereka? Siapa yang akan melindungi para lansia dan perempuan yang rentan? Jutaan jiwa kini terjebak dalam ancaman, sementara kita berada di sini, mereka terperangkap dalam trauma dan kerusakan yang tak bisa diperbaiki pada tubuh mereka, berjuang melawan kelaparan yang menggerogoti. Apakah kita akan tetap diam? Apakah jeritan mereka akan terabaikan begitu saja? Apakah kita akan menunjukkan bahwa umat manusia mampu bangkit dan menghadapi tantangan ini?” Ujar Prabowo Subianto.
Selain membahas isu Palestina, pidato Bapak Prabowo juga menyoroti keinginan Indonesia untuk mengambil peran yang lebih signifikan dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan dunia. Beliau menegaskan bahwa Indonesia siap menjadi penghubung antara negara-negara maju dan negara berkembang, serta berkomitmen untuk berkontribusi secara aktif dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, ketidakadilan ekonomi, dan ancaman pandemi.
“Saat ini, Indonesia menjadi salah satu kontributor utama dalam misi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. Kami memiliki keyakinan yang kuat terhadap peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dan berkomitmen untuk memberikan dukungan di mana pun perdamaian memerlukan penjaga — tidak hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan kehadiran pasukan di lapangan. Apabila Dewan Keamanan dan Majelis Umum memutuskan, Indonesia siap untuk mengirimkan 20.000 atau lebih putra-putri terbaik kami demi menjaga perdamaian, baik di Gaza, Ukraina, Sudan, Libya, atau di mana pun perdamaian harus ditegakkan dan dilindungi. Kami siap untuk bertindak” ujar Prabowo Subianto.
Prabowo juga mengungkapkan bahwa Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar dan pemilik hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia, merasakan dampak langsung dari perubahan iklim. Ia menekankan perlunya tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata. Pemerintah akan memprioritaskan pelestarian alam, pengembangan energi terbarukan, dan pengurangan emisi karbon untuk berkontribusi pada upaya mitigasi global.
